BK SAHABAT KITA

Media Belajar Ilmu Bimbingan Konseling dan Psikologi

BK Sahabat Kita

Media Belajar Ilmu Bimbingan Konseling dan Psikologi

BK Sahabat Kita

Media Belajar Ilmu Bimbingan Konseling dan Psikologi

BK Sahabat Kita

Media Belajar Ilmu Bimbingan Konseling dan Psikologi

BK Sahabat Kita

Media Belajar Ilmu Bimbingan Konseling dan Psikologi

Pages

Sabtu, 19 Januari 2013

Jenis-Jenis Karir Berdasarkan Tipe Kepribadian Holland


1.      Realistik
                          Tipe kepribadian : menyukai pekerjaan yang menggunakan alat, kemampuan teknik, kemampuan jasmani, mesin, materialistik, terfokus pada kekuasaan, status dan praktis, sedikit toleransi.
Rekomendasi karir :
*                     Montir mobil
*                     Pertambangan
*                     Penjahit
*                     Penjual toko
*                     Teknisi
*                      Pengrajin perhiasan
*                     Atlet
*                     Pekerja bangunan
2.      Investigatif
                          Tipe kepribadian : menyukai teka-teki dan tantangan, matematis, senang belajar, percaya diri, senang membaca tentang ilmu pengetahuan, kemampuan menganalisis, berpikir kompleks dan abstrak,  sangat berhati-hati.
  Rekomendasi karir :
*                     Komputer programmer
*                     Ahli matematika
*                     Ahli biologi
*                     Guru
*                     Dokter hewan
*                     Penyelidik/detektif
*                     Manajer
3.                      Artistik
                          Tipe kepribadian : suka menciptakan lagu, menyukai seni, menulis, kreatif, menggunakan instrumen dalam bekerja, menyukai kebebasan, terbuka, dan mengekspresikan diri.
Rekomendasi karir :
*                     Pemusik
*                     Seniman
*                     Pengarang
*                     Pelukis
*                     Pelawak
*                     Artis
*                     Penyanyi
*                     Sutradara
*                     Penari/koreografer
4.                      Sosial
                          Tipe kepribadian : perhatian, suka menolong, berdiskusi, suka bekerja sama/ kerja kelompok, banyak bicara, kemampuan verbal dan sosial yang unggul, sederhana, fleksibel, berpegang pada nilai-nilai idealistis, rendah hati, suka bersahabat, dan mengerti keadaan orang lain.
Rekomendasi karir :
*                     Guru
*                     Konselor
*                     Psikolog
*                     Psikiater
*                     Terapist
*                     Perawat
*                     Dokter
*                     Pengawas sekolah
5.                      Enterprising
                          Tipe kepribadian : ambisius, suka bergaul, mempengaruhi orang lain, tegas, ingin dikenal, menjadi pemimpin, tidak sabaran, membanggakan diri, percaya diri, mementingkan pangkat dan kekuasaan.
Rekomendasi karir :
*                     Bisnisman
*                     Politikus
*                     Tengkulak
*                     Pengacara
*                     Pemborong
*                     Manajer restoran
*                     Salesman
6.                      Konvensional
                          Tipe kepribadin : menilai sesuatu dengan uang, dapat dipercaya, patuh pada perintah dan peraturan, suka diatur, bergantung pada orang lain, sulit membuka diri (tertutup), suka organisasi, perencana yang baik, menyukai lingkungan kantor, kemampuan numerik
Rekomendasi karir :
*                     Sekretaris
*                     Pegawai administrasi
*                     Juru tulis
*                     Ahli pajak
*                     Pegawai Bank
*                     Akuntan
*                     Analis keuangan

Tipe Belajar Sesuai Kepribadian Kamu


Apakah Anda pernah menyadari bagaimana gaya Anda ketika belajar sesuatu? Bersuarakah mulut Anda ketika sedang menghafal sesuatu? Seringkah Anda belajar sambil menulis-nulis di selembar kertas kosong? Atau Anda      belajar/menghafal, cukup dengan membaca (sambil diam konsentrasi) saja? Tiap orang mempunyai gaya belajar masing-masing. Secara umum gaya belajar           seseorang dapat dibedakan menjadi tiga tipe gaya belajar, yaitu:
a.      Tipe VISUAL
                          Orang dengan tipe ini lebih menyukai belajar ataupun menerima informasi dengan melihat atau membaca. Orang dengan gaya belajar visual akan mengandalkan penglihatannya (ketajaman indra mata) saat belajar, ia lebih nyaman belajar dengan warna-warni, garis dan bentuk. Biasanya orang tipe ini senang belajar dengan membaca (diam), memperhatikan orang mengerjakan sesuatu (senang diberi contoh). Selain itu ia sangat memperhatikan penampilan catatan dan buku, serta membutuhkan gambaran umum kemudian menangkap detail-detail serta mengingat apa yang dilihatnya.
                          Bila berkomentar demikian; Hal itu bisa saya lihat sekarang. Saya ingin mengetahui gambaran detailnya. Kelihatannya perbuatan orang itu benar. Saya bisa membayangkan betapa menderitanya anda. Saya harus menyusun dulu skema kerjanya.
b.      Tipe AUDITORIAL
                          Orang tipe ini cenderung belajar atau menerima informasi dengan mendengarkan atau secara lisan. Biasanya orang ini berusaha mengerakkan bibir saat membaca, berbicara dengan pola berirama, namun perhatiannya mudah terpecah, berdialog secara internal dan eksternal.
                          Biasanya perkataannya; Perkataan orang itu kedengarannya benar. Saya dengar apa yang kamu bilang. Dengarkan saya dulu. Saya dengar anda tidak senang atas perlakuan orang itu.
c.       Tipe KINESTETIK
                          Orang tipe ini lebih menyukai belajar atau menerima informasi melalui gerakan atau sentuhan dan perasaan. Ia belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca, menanggapi diikuti gerakan fisik, menyentuh teman, dan berdirinya mendekat, mengingat sambil berjalan dan sebagainya.
                          Biasanya kata-katanya; Rasanya hal itu ada benarnya. Saya kesulitan menangani masalah itu. Coba beri saya contoh konkritnya. Saya masih belum menemukan kepastian. Sepertinya kata-kata orang itu bisa saya pegang.
                                                Biasanya tidak ada orang yang 100% berada dalam salah satu tipe itu. Biasanya orang memiliki lebih dari satu tipe belajar, hanya memang satu tipelah yang paling dominan. Bagaimanakah dengan gaya/tipe belajar Anda? Sudahkah bisa mengenali gaya/tipe belajar Anda? Sadarilah tipe belajar Anda supaya Anda bisa memaksimalkan kualitas belajar Anda

Kesehatan Fisik dan Psikis


 Hidup sehat fisik dan psikis merupakan dambaan setiap manusia. Kesehatan fisik dan psikis, selain harus dilatih dengan olahraga, juga harus di jaga dengan makan makanan yang sehat dan bergizi.
                          Yang dimaksud dengan kesehatan fisik ialah keadaan baik artinya bebas dari sakit seluruh badan serta bagian-bagiannya. Seorang siswa yang fisiknya kuat dan sehat lebih beruntung dibanding dengan siswa yang sakit-sakitan, kurus dan lemah. Ia dapat mengikuti semua aktivitas disekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pengalaman-pengalaman baru baginya yang merupakan modal bagi perkembangan selanjutnya.
                          Yang dimaksud dengan kesehatan psikis ialah kemampuan siswa menyesuaikan diri terhadap berbagai tuntutan perkembangan sesuai usianya, baik tuntutan dalam diri sendiri maupun dari luar dirinya sendiri, seperti menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat, serta teman sebaya. Seorang siswa akan dapat mengikuti pelajaran dengan baik bila ia sehat secara psikis (mental). Adanya rasa aman, kasih saying, kebahagiaan dan rasa diterima oleh teman-teman dan seorang siswa akan mengalami hambatan dalam belajar bila ia merasakan adanya rasa cemas, sedih, marah, kesal, khawatir, rendah diri, kurang percaya diri dan lain-lain.
                          Tujuan kita mempelajari tentang kesehatan fisik dan psikis, agar kita dapat menerima keadaan fisik dan psikis yang dianugerahkan Tuhan Yang maha Esa kepada kita dan mensyukurinya dengan jalan menjaganya agar senatiasa sehat wal-afiat.
A.    Cara menjaga kesehatan fisik supaya tetap sehat dan kuat :
1.      Memilih jenis makanan yang sehat ( 4 sehat 5 sempurna).
2.      Menjaga kebersihan tempat tidur, tempat kita beristirahat dan beraktifitas
3.      Menjaga kebersihan badan, merupakan hal yang penting yang harus dilakukn bila kita menginginkan tubuh tetap sehat.
4.      Pemeriksaan badan ke dokter atau puskesmas untuk menjaga kesehatan fisik.
B.     Cara menjaga kesehatan psikis (mental)
                          Kesehatan fisik dan psikis di sekolah menjadi satu kesatuan penting yang tidak bisa dipisahkan dalam setiap aspek kehidupan siswa untuk meraih prestasi yang optimal. Untuk itu setiap siswa agar memiliki kemampuan menghadapi persoalan/ permasalahan hendaknya :
1.      Menerima dan mengakui dirinya sebagaimana adanya
2.      Tekun beribadah dan berakhlak mulia
3.      Bersikap sportif
4.      Percaya diri
5.      Memiliki semangat atau motivasi
6.      Tidak takut menghadapi tantangan dan berusaha terus untuk mengatasinya
7.      Terbuka
8.      Tenang tidak emosi bila menghadapi masalah
9.      Banyak bergaul dan bermasyarakat
10.  Bangun komnikasi yang baik dengn teman dan guru
11.  Banyak latihan mengendalikan diri
12.  Membiasakan diri untuk selalu peduli terhadap lingkungan

Konsep Diri


Setiap orang ingin dirinya sukses baik dalam belajar, bergaul, berkarier, berkeluarga dan sukses di akhirat. Langkah awal kesuksesan adalah mengenaldiri, mempelajari kualitas diri kita. Pemahamandiri dan kualitas diri adalah proses yang sangat penting dalam meningkatkan mutu kehidupan.
1. Apa yang harus diketahui oleh diri kita? Siapa saya dan sejauh mana anda mengetahui diri anda.
                          Diri adalah seperangkat proses dari ciri-ciri yang menyangkut proses fisik, perilaku dan psikologis.
                          Mengenal diri berarti memahami aspek-aspek pembentukan diri kita antara lain:
a.       Aspek fisik : tubuh dengan segala kualitasnya dan proses-proses yang terkait dengannya.
b.      Diri secara proses : proses alur pikiran, emosi/ perasaan dan tingkah laku.
c.       Diri secara sosial : pikiran dan perilaku hasil interaksi dengan orang laindan masyarakat.
d.      Konsep diri adalah : keseluruhan pandangan tentang diri sendiri.
e.       Cita-cita diri : angan-angan tentang segala sesuatu yang diinginkan terhadap dirinya sendiri.
1.      Konsep diri (self concept)
                          Konsep diri adalah keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya sendiri. Konsep diri merupakan potret diri secara mental yakni bagaimana seseorang melihat, menilai dan menyikapi dirinya sendiri. Wawasan tentang diri ini semakin lama semakin luas sesuai dengan perkembangan dinamika konsep dirinya. Tiga dimensikonsep diri antara lain :
a.       Pengetahuan tentang diri sendiri
                          Dalam benak pikirannya, seseorang telah memiliki data tentang dirinya sendiri. Semakin banyak orang mengetahui dirinya maka semakin baik konsep dirinya.
Contoh :
“ Saya Habib, kelas 1 SMU. Saya pendiam, mudah tersinggung, pintar, jago matematika, hemat, setia, kurang PD, dan taat beribadah.
b.      Pengharapan tentang diri sendiri
                          Disebut juga dengan “Diri ideal” yaitu harapan dan kemungkinan dirinya menjadi apa kelak sesuai dengan idealismenya. “Diri ideal” tiap orang berbeda-beda. Ada yang mengharap dirinya menjadi dokter, guru, insyinyur, pengacara yang jujur,dan sebagainya.
c.       Penilaian terhadap diri sendiri
                          Disadari atau tidak setiap saat kita selalu menilai diri sendiri khususnya menilai tingkah lakunya.Hasil penilaian antara harapan yang dibentangkan dengan faktayang ada di dalam diri akan menghasilkan “Rasa harga diri”. Harga diri adalah sesuatu yang hakiki yang dimiliki oleh seseorang secara oribadi yang selalu dipertahankan dan tidak ingin diinjak-injak orang lain demi kehormatan diri. Semakin lebar ketidaksesuaian antara keinginan dan keadaan nyata pada diri sendiri maka akan semakin rendah rasa harga dirinya. Sebaliknya orang yang mendekati standar keinginannya, menyukai apa yang dikerjakan maka akan semakin tinggi harga dirinya. Contoh : hasil belajar saya menghasilkan nilai raport 5,5. Ini berarti saya gagal. Mengapa bisa terjadi? Apa ada yang salah pada cara belajar saya?
1.      Konsep diri positif dan konsep diri negatif.
a. Konsep Diri Positif
                          Konsep diri positif ada pada dalam diri orang yang dapat menerima dirinya secara apa adanya dengan segala resiko kekuatan dan kelemahannya. Ia memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang dirinya. Ia membentuk harapan-harapandan perencanaanyang masuk akal, yang kemungkinanbesar dapat dicapai.
                          Pribadi seperti initidak merasa terancamdan cemas jika dikritik, menerima informasi negatif tentang dirinya. Sebaliknya ia tidak hanyut ketika disanjung dengan informasi positif tentang dirinya saja. Itulah sebabnya orang yang konsep dirinyapositif dapatmemposisikanharga dirinya secara tepat.
b. Konsep Diri Negatif
                          Konsep diri negatif terjadi pada individu yang tidak banyak tahu tentang dirinya secara utuh. Misalnya ia hanya membangun harapan-harapandiri yang tidak realistis, peluang berhasilnya sangat tipis. Pribadi yang demikian memiliki harga diriyang rendah karena memposisikan dirinya secara tidak tepat.